Lupa Kata Sandi


Silakan masukkan email Anda!

kitakerja logo

Login untuk melanjutkan

Email

Kata Sandi

atau

Belum Memiliki Akun?Daftar Sekarang
kitakerja logo

Bekerja Tidak Lagi Menjanjikan Kepastian

Admin

08 Januari 2026

6

Bekerja Tidak Lagi Menjanjikan Kepastian
Bekerja Tidak Lagi Menjanjikan Kepastian - Ada masa ketika bekerja identik dengan kepastian. Masuk kantor, menerima gaji tetap, naik pangkat perlahan, lalu pensiun dengan tenang. Pola itu tertanam kuat di benak banyak orang, diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya sebagai jalan hidup yang “aman”.

Hari ini, pola itu semakin sulit ditemukan.

Bekerja masih penting, bahkan semakin menuntut. Namun kepastian—tentang masa depan, tentang keberlanjutan, tentang arah—tidak lagi otomatis datang bersamanya.

Banyak orang bekerja keras, disiplin, dan patuh pada aturan, tetapi tetap dihantui rasa tidak aman. Kontrak bisa berakhir kapan saja. Perusahaan bisa berubah arah tanpa banyak penjelasan. Profesi yang hari ini relevan, besok bisa dianggap usang.

Dalam kondisi seperti ini, bekerja bukan lagi jaminan stabilitas, melainkan upaya terus-menerus untuk bertahan. Kepastian digantikan oleh perencanaan jangka pendek dan kewaspadaan yang tidak pernah benar-benar padam.

Bekerja menjadi sesuatu yang harus dijalani, bukan pegangan yang menenangkan.

Perubahan teknologi, pasar, dan kebijakan membuat dunia kerja bergerak dengan kecepatan yang sering kali melampaui kemampuan manusia untuk beradaptasi. Sistem bisa diperbarui dalam semalam, tetapi manusia membutuhkan waktu untuk memahami, menyesuaikan diri, dan merasa aman.

Ketika perubahan datang terlalu cepat, kepastian tidak punya ruang untuk tumbuh. Yang ada hanyalah tuntutan untuk selalu siap—siap belajar ulang, siap pindah peran, siap menerima kemungkinan terburuk.

Di titik ini, bekerja tidak lagi terasa sebagai proses membangun masa depan, melainkan rangkaian penyesuaian tanpa garis akhir yang jelas.

Ketidakpastian bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal mental. Banyak orang terlihat bekerja seperti biasa, tetapi menyimpan kecemasan yang sulit diucapkan. Bukan karena tidak mampu, melainkan karena tidak tahu sampai kapan semua ini akan bertahan.

Rencana hidup menjadi kabur. Keputusan besar—menikah, memiliki anak, membeli rumah—ditunda bukan karena kurang keinginan, tetapi karena tidak ada jaminan bahwa pekerjaan hari ini masih ada esok hari.

Dalam situasi ini, bekerja tetap dilakukan, namun dengan perasaan waspada yang konstan.

Bekerja Tidak Lagi Menjanjikan Kepastian

Dulu, kesetiaan pada satu tempat kerja dianggap sebagai investasi jangka panjang. Kini, kesetiaan sering kali tidak dibalas dengan perlindungan. Banyak orang belajar dengan cara pahit bahwa bertahan lama tidak selalu berarti aman.

Bukan berarti dunia kerja menjadi sepenuhnya tidak adil, tetapi aturannya memang berubah. Hubungan kerja menjadi lebih transaksional. Selama saling membutuhkan, hubungan berjalan. Ketika tidak, ia bisa berakhir tanpa banyak ruang untuk tawar-menawar.

Kepastian tidak lagi datang dari lamanya masa kerja, melainkan dari kemampuan menghadapi perubahan.

Jika bekerja tidak lagi menjanjikan kepastian, mungkin kita perlu mencari pegangan di tempat lain. Bukan dengan berhenti bekerja, melainkan dengan berhenti menggantungkan seluruh rasa aman pada pekerjaan semata.

Pegangan itu bisa berupa keterampilan yang terus dirawat, relasi yang dijaga, atau pemahaman bahwa nilai diri tidak sepenuhnya ditentukan oleh posisi kerja. Kepastian mungkin tidak lagi datang dalam bentuk yang utuh, tetapi ketangguhan bisa dibangun perlahan.

Di era ini, bekerja bukan lagi tentang mencari jaminan, melainkan tentang belajar hidup berdampingan dengan ketidakpastian—tanpa kehilangan kewarasan dan kemanusiaan.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/nama-jabatan-sekarang-lebih-penting-dari-pekerjaannya/

profile photo