Lupa Kata Sandi


Silakan masukkan email Anda!

kitakerja logo

Login untuk melanjutkan

Email

Kata Sandi

atau

Belum Memiliki Akun?Daftar Sekarang
kitakerja logo

Kenapa Banyak Profesional Berhenti di Usia 30-an? Jawabannya Mengejutkan

Admin

07 Januari 2026

12

Kenapa Banyak Profesional Berhenti di Usia 30-an? Jawabannya Mengejutkan
Kenapa Banyak Profesional Berhenti di Usia 30-an? Jawabannya Mengejutkan -Usia 30-an sering dianggap sebagai masa keemasan dalam karier. Pengalaman sudah matang, posisi mulai stabil, dan penghasilan seharusnya meningkat. Namun kenyataannya justru berbanding terbalik. Semakin banyak profesional di usia ini yang memilih resign, banting setir karier, bahkan keluar dari dunia kerja formal sepenuhnya. Fenomena ini bukan kebetulan. Ada alasan-alasan kuat—dan sebagian cukup mengejutkan—yang mendorong keputusan besar tersebut.

1. Bukan Karena Malas, Tapi Karena Lelah Secara Mental

Banyak orang mengira resign di usia 30-an terjadi karena kurang tahan banting. Faktanya, sebagian besar justru datang dari mereka yang terlalu lama bertahan. Tekanan target, ekspektasi atasan, tanggung jawab tim, dan tuntutan hidup yang semakin kompleks membuat kelelahan mental menumpuk. Burnout di usia 30-an sering kali tidak terlihat, tapi dampaknya sangat nyata: sulit tidur, kehilangan motivasi, hingga merasa hampa meski karier terlihat “baik-baik saja”.

2. Kesadaran Baru: Hidup Tidak Hanya Tentang Pekerjaan

Di usia 20-an, banyak orang rela bekerja lembur, mengorbankan waktu pribadi, dan mengejar validasi. Memasuki usia 30-an, prioritas mulai berubah. Kesehatan, keluarga, waktu untuk diri sendiri, dan makna hidup menjadi lebih penting. Banyak profesional mulai bertanya:

“Apakah aku mau menjalani hidup seperti ini sampai tua?”

Saat jawabannya “tidak”, keputusan untuk berhenti pun muncul.

3. Karier Naik, Tapi Kepuasan Justru Turun

Ironisnya, sebagian besar yang berhenti di usia 30-an bukan orang gagal. Mereka punya jabatan, gaji layak, bahkan status yang diidamkan banyak orang. Namun di balik itu, muncul rasa stagnan:
  • Pekerjaan terasa monoton
  • Tantangan tidak lagi bermakna
  • Karier naik, tapi tujuan hidup tidak ikut bergerak
Inilah momen ketika kesuksesan eksternal tidak lagi sejalan dengan kepuasan internal.

4. Dunia Kerja Berubah, Tapi Sistem Tidak Selalu Mengikuti

Generasi profesional saat ini hidup di era perubahan cepat: teknologi, AI, kerja fleksibel, dan ekonomi digital. Sayangnya, banyak tempat kerja masih terjebak dalam sistem lama—jam kerja kaku, penilaian berbasis kehadiran, dan minim ruang berkembang. Ketika profesional merasa potensinya terhambat oleh sistem, mereka memilih keluar dan mencari jalur lain: freelance, bisnis, remote work, atau bahkan jeda karier.

Kenapa Banyak Profesional Berhenti di Usia 30-an? Jawabannya Mengejutkan

5. Bukan Berhenti Bekerja, Tapi Berhenti dari Pola Lama

Yang sering disalahpahami: mereka yang resign di usia 30-an bukan ingin berhenti produktif. Mereka hanya ingin bekerja dengan cara yang lebih selaras dengan nilai hidupnya. Banyak dari mereka justru:
  • Membangun usaha sendiri
  • Beralih ke karier yang lebih bermakna
  • Mengambil waktu untuk belajar ulang (reskilling)
  • Mencari keseimbangan hidup yang lebih sehat

Kesimpulan: Ini Bukan Krisis, Tapi Transisi

Berhenti bekerja di usia 30-an bukan tanda kegagalan. Dalam banyak kasus, ini adalah bentuk keberanian—keberanian untuk jujur pada diri sendiri dan memilih jalan yang lebih sesuai. Fenomena ini menunjukkan satu hal penting:
Kesuksesan versi lama sedang ditinggalkan, digantikan oleh definisi baru tentang hidup yang bermakna.

Jika kamu atau orang di sekitarmu sedang berada di fase ini, mungkin ini bukan akhir karier—melainkan awal dari bab yang lebih tepat.

Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/ganti-karier-di-usia-30-40-tahun-terlambat-atau-justru-momentum/

 
profile photo