Lupa Kata Sandi


Silakan masukkan email Anda!

kitakerja logo

Login untuk melanjutkan

Lanjutkan pencarian kerjamu

Email

Kata Sandi

Atau

Belum Memiliki Akun?Daftar Sekarang
kitakerja logo

Logout


Apakah anda yakin mau logout?

Logout
kitakerja

Ketika Orang yang Paling Sibuk di Tim Belum Tentu Menjadi Orang yang Paling Dibutuhkan

Admin

07 Oktober 2026

27

Ketika Orang yang Paling Sibuk di Tim Belum Tentu Menjadi Orang yang Paling Dibutuhkan
Ketika Orang yang Paling Sibuk di Tim Belum Tentu Menjadi Orang yang Paling Dibutuhkan  - Di tempat kerja, orang yang terlihat paling sibuk sering dianggap sebagai orang yang paling banyak berkontribusi. Kalendernya penuh, pesannya terus masuk, dan hampir selalu ada pekerjaan yang sedang dikerjakan.

Namun, kesibukan sebenarnya tidak selalu menunjukkan seberapa besar seseorang dibutuhkan oleh tim.

Ada karyawan yang sepanjang hari berpindah dari satu tugas ke tugas lain, tetapi sebagian pekerjaannya hanya muncul karena proses yang kurang rapi atau pekerjaan yang terus berulang.

Sebaliknya, ada orang yang terlihat lebih tenang karena pekerjaannya memang tidak selalu terlihat. Ia mungkin menangani bagian tertentu yang menjadi dasar pekerjaan banyak orang atau menyelesaikan masalah sebelum berkembang menjadi gangguan yang lebih besar.

Karena itu, jumlah aktivitas tidak selalu menggambarkan nilai sebuah kontribusi.

Ketika Orang yang Paling Sibuk di Tim Belum Tentu Menjadi Orang yang Paling Dibutuhkan  

Seseorang bisa menjadi penting bagi tim karena memiliki pengetahuan tertentu, mampu menjaga pekerjaan tetap berjalan, atau memahami bagian yang tidak banyak dikuasai orang lain.

Hal ini juga menunjukkan mengapa perusahaan perlu berhati-hati ketika menilai kontribusi hanya dari seberapa sibuk seseorang terlihat.

Yang lebih penting adalah memahami apa yang berubah karena pekerjaan seseorang dilakukan.

Bukan berarti menjadi sibuk adalah sesuatu yang buruk. Ada masa ketika beban kerja memang tinggi dan membutuhkan perhatian penuh.

Namun, jika kesibukan terus dijadikan ukuran keberhasilan, karyawan bisa terdorong untuk terlihat selalu memiliki pekerjaan daripada memastikan pekerjaannya benar-benar memberikan manfaat.

Pada akhirnya, profesional yang bernilai bukan selalu orang yang paling sibuk, tetapi orang yang pekerjaannya membuat tim dapat berjalan dengan lebih baik. Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/ketika-tim-mulai-memiliki-terlalu-banyak-catatan-tetapi-semakin-sulit-menemukan-informasi-yang-dibutuhkan/