Lupa Kata Sandi


Silakan masukkan email Anda!

kitakerja logo

Login untuk melanjutkan

Email

Kata Sandi

atau

Belum Memiliki Akun?Daftar Sekarang
kitakerja logo

Logout


Apakah anda yakin mau logout?

Logout
kitakerja

The Work Relevance Test: Ketika Profesional Perlu Bertanya, “Apakah Pekerjaan Ini Masih Dibutuhkan?”

Admin

23 September 2026

4

The Work Relevance Test: Ketika Profesional Perlu Bertanya, “Apakah Pekerjaan Ini Masih Dibutuhkan?”
The Work Relevance Test: Ketika Profesional Perlu Bertanya, “Apakah Pekerjaan Ini Masih Dibutuhkan?” - Tidak semua pekerjaan yang sudah dilakukan bertahun-tahun masih memiliki alasan yang sama untuk dipertahankan.

Ada laporan yang terus dibuat karena sejak dulu memang begitu. Ada rapat rutin yang tetap berjalan meskipun keputusan penting sebenarnya bisa dibuat tanpa rapat tersebut. Ada pula proses yang membutuhkan beberapa tahap hanya karena tidak pernah ada yang berhenti untuk bertanya apakah semua tahap itu masih diperlukan.

Inilah mengapa seorang profesional sesekali perlu melakukan work relevance test: melihat kembali apakah pekerjaan yang dilakukan masih memberikan nilai atau hanya menjadi bagian dari rutinitas.

Salah satu alasan pekerjaan sulit dihilangkan adalah karena semua orang sudah terbiasa dengannya.

Ketika sebuah aktivitas sudah menjadi bagian dari rutinitas, mempertanyakannya bisa terasa seperti mengganggu sistem. Padahal, kebutuhan bisnis, teknologi, pelanggan, dan cara kerja tim terus berubah.

Sesuatu yang masuk akal dua atau tiga tahun lalu belum tentu masih relevan hari ini.

Misalnya, sebuah tim masih membuat laporan mingguan secara manual karena dulu laporan tersebut menjadi sumber informasi utama. Namun, jika informasi yang sama sekarang sudah tersedia secara otomatis melalui sistem, pekerjaan manual tersebut mungkin perlu dievaluasi kembali.

Bukan berarti laporan itu pasti tidak berguna. Yang perlu dipertanyakan adalah apakah cara membuatnya masih masuk akal.

The Work Relevance Test: Ketika Profesional Perlu Bertanya, “Apakah Pekerjaan Ini Masih Dibutuhkan?” 

Salah satu pertanyaan sederhana yang bisa digunakan adalah:

“Kalau pekerjaan ini berhenti besok, siapa yang akan benar-benar terdampak?”

Jika jawabannya jelas, berarti pekerjaan tersebut kemungkinan masih memiliki fungsi penting.

Namun, jika tidak ada yang bisa menjelaskan siapa yang menggunakan hasilnya, keputusan apa yang terbantu, atau masalah apa yang diselesaikan, mungkin sudah waktunya melihat kembali alasan pekerjaan tersebut dipertahankan.

Pertanyaan lain juga penting: apakah pekerjaan ini masih memberikan nilai yang sebanding dengan waktu dan energi yang digunakan?

Karena sebuah pekerjaan bisa saja tetap menghasilkan sesuatu, tetapi manfaatnya sudah terlalu kecil dibandingkan sumber daya yang dibutuhkan.

Ada perbedaan antara profesional yang sekadar menyelesaikan tugas dan profesional yang memahami alasan di balik tugas tersebut.

Yang pertama mungkin berpikir, “Ini memang pekerjaan saya.”

Yang kedua bisa bertanya, “Apakah cara ini masih merupakan cara terbaik untuk mencapai tujuan?”

Pertanyaan seperti itu bukan berarti menolak pekerjaan atau merasa lebih tahu daripada orang lain. Justru, kebiasaan mengevaluasi relevansi pekerjaan dapat membantu tim menghindari rutinitas yang tidak lagi memberikan banyak manfaat.

Di tengah perubahan teknologi dan proses kerja, kemampuan untuk terus mendesain ulang cara kerja juga semakin penting. Gartner pada 2026 menekankan pentingnya continuous work redesign karena alur kerja, tanggung jawab, dan cara pekerjaan dilakukan terus berubah. (gartner.com)

Pada akhirnya, pekerjaan yang relevan bukan sekadar pekerjaan yang masih dilakukan, tetapi pekerjaan yang masih memiliki alasan untuk dilakukan.

Sesekali berhenti dan bertanya, “Apakah ini masih dibutuhkan?” bukan tanda bahwa kita malas bekerja.

Justru, itu bisa menjadi tanda bahwa kita mulai lebih sadar tentang ke mana waktu, tenaga, dan perhatian kita seharusnya digunakan. Baca Juga : https://blog.kitakerja.co.id/the-context-advantage-mengapa-memahami-mengapa-bisa-lebih-berharga-daripada-sekadar-mengetahui-bagaimana/